Istilahorganisasi mempunyai dua pengertian umum. Pertama organisasi diartikan sebagai suatu lembaga atau kelompok fungsional, misalnya: sebuah perusahaan, sebuah sekolah, sebuah perkumpulan, badan-badan pemerintahan. Kedua, merujuk pada proses pengorganisasian yaitu bagaimana pekerjaan diatur dan dialokasikan di antara para anggota, sehingga tujuan organisasi itu dapat tercapai secara efektif.
Perangkap(entrapment). Perangkap atau jebakan ialah suatu proses pengambilan keputusan yang berarti menambah atau memperkuat komitmen terhadap pilihan-pilihan yang telah dibuat sebelumnya. Seseorang atau kelompok dikatakan terperangkap apabila orang atau kelompok itu berusaha mempertahankan keputusan yang pernah dibuat.
situasibaik dalam maupun di luar organisasi yang dapat mengembangkan karir seseorang. Pengurangan dan memperkecil organisasi telah mengubah perencanaan karir bagi banyak orang. Mereka menemukan diri mereka dalam "transisi karier" dengan kata lain membutuhkan pekerjaan baru. Perspektif individual dalam perencanaan karier:
PengertianOrganisasi menurut John Price Jones (1955), Organisasi digambarkan sebagai sistem. Merupakan struktur dan peralatan yang tersusun dari orang-orang dan benda-benda dimana suatu usaha berencana yang teratur dijalankan. Wikipedia, merupakan suatu kelompok orang dalam suatu wadah tuk tujuan bersama.
Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd. NilaiJawabanSoal/Petunjuk ELITE Golongan atas; pilihan dalam suatu kelompok ELIT Sekelompok Kecil Orang Orang Yang Berkuasa PANITIA Kelompok orang yang mengurus suatu acara, komite ANGGOTA Orang yang menjadi bagian dalam suatu golongan BINTANG Orang yang terbaik terpandai dalam suatu lingkungan MASKOT Orang, hewan, atau benda sebagai lambang pembawa keberuntungan NARA Orang HIE Orang OKNUM Orang, perseorangan dengan arti yang kurang baik PUAK Golongan; kelompok orang KONOTASI Ling makna tertentu yang oleh seseorang atau sekelompok orang diberikan kpd suatu kata atau kelompok kata, misal merah dalam makna 'komunis' adalah makna konotasi; makna tambahan IKHTIAR ...mpaikan maksud; - menjalani untung menyudahi, pb orang harus berusaha jika ingin mencapai suatu maksud, tercapai atau tidaknya nasiblah yang menentuk... MARGA 1 lingkungan orang-orang yang seketurunan di daerah Batak; 2 bagian daerah sekumpulan dusun yang agak luas di daerah Sumatra Selatan; 3 kelompo... AGREGASI ...elompok sosial dengan syarat-syarat tertentu bagi orang yang akan menjadi anggota; - kering Tan partikel tanah majemuk atau sekunder yang tidak dihan... MOTIVASI 1 dorongan yang timbul pd diri seseorang secara sadar atau tidak untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu; 2 Psi usaha yang dapat menyeb... KEPRIBADIAN Cara-cara bertingkah laku yang merupakan ciri khusus seseorang serta hubungannya dengan orang lain di lingkungannya ~ bangsa ciri-ciri watak yang men... TEATER ...empat luas tidak beratap di udara terbuka, tempat orang dapat menonton sandiwara atau film; ... WAWANCARA 1 pertemuan wartawan dengan seseorang pejabat dsb yang diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal untuk dimuat dalam ... SINDIKAT Perkumpulan orang jahat dengan berbagai keahlian TITIK ...ar pemandangan; 2 sesuatu yang menarik perhatian orang banyak; pusat perhatian minat; - netral Met daerah langit yang terletak pd bidang vertikal ... TANDA ...tanda berupa bintang dsb yang diberikan kpd seseorang untuk menghargai jasanya karyanya dsb; - penunjuk arsip tanda batas, biasanya terbuat dari ... TANAH ... -, diberi kuku hendak menggarut, pb apabila seseorang diberi sedikit, ia mengajukan lebih banyak lagi; gerakan di bawah -, ki gerakan gelap rahasi... SISTEM ...tem kepegawaian yang untuk pengangkatan pertama seorang pegawai didasarkan atas kecakapan yang bersangkutan; - katrol ganda Mek sistem mekanisme dua ... ANAK Orang yang belum dewasa REGU Kelompok
Pranala link elite /élité/ n 1 orang-orang terbaik atau pilihan dalam suatu kelompok; 2 kelompok kecil orang-orang terpandang atau berderajat tinggi kaum bangsawan, cendekiawan, dan sebagainya;mengelite v menjadi elite organisasi kemasyarakatan itu kini cenderung ~ dan terpisah dari massa umat yang terbelakang, miskin, dan bodoh ✔ Tentang KBBI daring ini Aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI ini merupakan KBBI Daring Dalam Jaringan / Online tidak resmi yang dibuat untuk memudahkan pencarian, penggunaan dan pembacaan arti kata lema/sub lema. Berbeda dengan beberapa situs web laman/website sejenis, kami berusaha memberikan berbagai fitur lebih, seperti kecepatan akses, tampilan dengan berbagai warna pembeda untuk jenis kata, tampilan yang pas untuk segala perambah web baik komputer desktop, laptop maupun telepon pintar dan sebagainya. Fitur-fitur selengkapnya bisa dibaca dibagian Fitur KBBI Daring. Database utama KBBI Daring ini masih mengacu pada KBBI Daring Edisi III, sehingga isi kata dan arti tersebut merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud dahulu Pusat Bahasa. Diluar data utama, kami berusaha menambah kata-kata baru yang akan diberi keterangan tambahan dibagian akhir arti atau definisi dengan "Definisi Eksternal". Semoga semakin menambah khazanah referensi pendidikan di Indonesia dan bisa memberikan manfaat yang luas. Aplikasi ini lebih bersifat sebagai arsip saja, agar pranala/tautan link yang mengarah ke situs ini tetap tersedia. Untuk mencari kata dari KBBI edisi V terbaru, silakan merujuk ke website resmi di ✔ Fitur KBBI Daring Pencarian satu kata atau banyak kata sekaligus Tampilan yang sederhana dan ringan untuk kemudahan penggunaan Proses pengambilan data yang sangat cepat, pengguna tidak perlu memuat ulang reload/refresh jendela atau laman web website untuk mencari kata berikutnya Arti kata ditampilkan dengan warna yang memudahkan mencari lema maupun sub lema. Berikut beberapa penjelasannya Jenis kata atau keterangan istilah semisal n nomina, v verba dengan warna merah muda pink dengan garis bawah titik-titik. Arahkan mouse untuk melihat keterangannya belum semua ada keterangannya Arti ke-1, 2, 3 dan seterusnya ditandai dengan huruf tebal dengan latar lingkaran Contoh penggunaan lema/sub-lema ditandai dengan warna biru Contoh dalam peribahasa ditandai dengan warna oranye Ketika diklik hasil dari daftar kata "Memuat", hasil yang sesuai dengan kata pencarian akan ditandai dengan latar warna kuning Menampilkan hasil baik yang ada di dalam kata dasar maupun turunan, dan arti atau definisi akan ditampilkan tanpa harus mengunduh ulang data dari server Pranala Pretty Permalink/Link yang indah dan mudah diingat untuk definisi kata, misalnya Kata 'rumah' akan mempunyai pranala link di Kata 'pintar' akan mempunyai pranala link di Kata 'komputer' akan mempunyai pranala link di dan seterusnya Sehingga diharapkan pranala link tersebut dapat digunakan sebagai referensi dalam penulisan, baik di dalam jaringan maupun di luar jaringan. Aplikasi dikembangkan dengan konsep Responsive Design, artinya tampilan situs web website KBBI ini akan cocok di berbagai media, misalnya smartphone Tablet pc, iPad, iPhone, Tab, termasuk komputer dan netbook/laptop. Tampilan web akan menyesuaikan dengan ukuran layar yang digunakan. Tambahan kata-kata baru diluar KBBI edisi III Penulisan singkatan di bagian definisi seperti misalnya yg, dng, dl, tt, dp, dr dan lainnya ditulis lengkap, tidak seperti yang terdapat di KBBI PusatBahasa. ✔ Informasi Tambahan Tidak semua hasil pencarian, terutama jika kata yang dicari terdiri dari 2 atau 3 huruf, akan ditampilkan semua. Jika hasil pencarian dari daftar kata "Memuat" sangat banyak, maka hasil yang dapat langsung di klik akan dibatasi jumlahnya. Selain itu, untuk pencarian banyak kata sekaligus, sistem hanya akan mencari kata yang terdiri dari 4 huruf atau lebih. Misalnya yang dicari adalah "air, minyak, larut", maka hasil pencarian yang akan ditampilkan adalah minyak dan larut saja. Untuk pencarian banyak kata sekaligus, bisa dilakukan dengan memisahkan masing-masing kata dengan tanda koma, misalnya ajar,program,komputer untuk mencari kata ajar, program dan komputer. Jika ditemukan, hasil utama akan ditampilkan dalam kolom "kata dasar" dan hasil yang berupa kata turunan akan ditampilkan dalam kolom "Memuat". Pencarian banyak kata ini hanya akan mencari kata dengan minimal panjang 4 huruf, jika kata yang panjangnya 2 atau 3 huruf maka kata tersebut akan diabaikan. Edisi online/daring ini merupakan alternatif versi KBBI Offline yang sudah dibuat sebelumnya dengan kosakata yang lebih banyak. Bagi yang ingin mendapatkan KBBI Offline tidak memerlukan koneksi internet, silakan mengunjungi halaman web ini KBBI Offline. Jika ada masukan, saran dan perbaikan terhadap kbbi daring ini, silakan mengirimkan ke alamat email gmail com Kami sebagai pengelola website berusaha untuk terus menyaring iklan yang tampil agar tetap menampilkan iklan yang pantas. Tetapi jika anda melihat iklan yang tidak sesuai atau tidak pantas di website ini silakan klik Laporkan Iklan
Definisi atau arti kata pilihan berdasarkan KBBI Online pilih /pilih/ v, • pilih bulu memandang mempertimbangkan bangsa atau keturunan dl memilih dsb; • pilih kasih memihak; berat sebelah;memilih /memilih/ v 1 menentukan mengambil dsb sesuatu yg dianggap sesuai dng kesukaan selera dsb hati-hati kalau Anda hendak memilih kawan hidup; 2 mencari atau memisah-misahkan mana yg baik besar, kecil, dsb pekerjaannya memilih daun teh yg sudah dikumpulkan di pabrik; 3 menunjuk orang, calon, dsb dng memberikan suaranya rakyat boleh memilih wakilnya dng bebas; mereka memilihnya menjadi ketua rukun tetangga;memilih-milih /memilih-milih /v 1 terlampau menghendaki yg sesuai dng keinginan ia sangat memilih-milih sehingga belum juga beristri walaupun usianya sudah lebih dr empat puluh tahun; 2 terlampau teliti memilihnya sehingga sukar mendapat yg cocok lama benar ia memilih-milih kemeja itu;memilihkan /memilihkan/ v memilih untuk orang lain pedagang itu berusaha memilihkan warna yg cocok untuk pembelinya;terpilih /terpilih/ v 1 sudah dipilih yg terpilih menjadi ketua kelas adalah adikku; 2 tidak sengaja memilih;pilihan /pilihan/ n 1 yg dipilih atau hasil memilih pilihan orang tuanya itu ditolaknya; 2 yg terpilih terbaik, terkemuka, dsb yg diundang hanya orang-orang pilihan; 3 jalan, upaya dsb yg dapat dilakukan tidak ada lagi pilihan lain, kita harus pergi sekarang;pilihan ganda pilihan dl beberapa alternatif; pilihan kata diksi;pilih-pilih /pilih-pilih/ v 1 pilih; 2 berpilih-pilih; memilih-milih;pilih-pilih ruas, terpilih pd buku, pb krn terlampau menghendaki yg baik, akhirnya mendapat yg buruk;berpilih-pilih 1 /berpilih-pilih 1/ v memilih dng amat teliti tidak sembarangan dia berpilih-pilih 1 gadis untuk dijadikan istrinya; 2 a jarang dan susah didapat; sedikit saja yg; tidak sembarang orang dsb pd waktu itu berpilih-pilih 1 orang yg mempunyai mobil; berpilih-pilih 1 orang yg bersedia menjadi pemimpin perkumpulan itu;pemilih /pemilih/ n 1 orang yg memilih jumlah pemilih di Jakarta seluruhnya belum dapat diketahui; 2 orang yg terlampau teliti dl memilih suka mencela dan banyak tuntutannya ah, pemilih benar anak itu; 3 alat untuk memilih dewasa ini telah ditemukan mesin pemilih bibit padi;pemilihan /pemilihan/ n proses, cara, perbuatan memilih pemilihan pengurus RT diadakan dua tahun sekali;pemilihan berjenjang pemilihan anggota DPR tidak langsung; pemilihan bertingkat pemilihan berjenjang; pemilihan langsung pemilihan anggota DPR langsung oleh rakyat; pemilihan umum pemilihan yg dilakukan serentak oleh seluruh rakyat suatu negara untuk memilih wakil rakyat dsbKata pilihan digunakan dalam beberapa kalimat KBBIReferensi dari KBBI majedub kalimat ke 1majedub n 1 manusia pilihan Tuhan yg merasa bahwa Tuhan selalu berada di sisinya dl ilmu tasawuf; 2 orang yg sakit ingatan krn terlalu berat memikirkan masalah agama suluk dsbReferensi dari KBBI istikharah kalimat ke 2beristikharah v Isl bersalat sunah memohon kpd Allah supaya ditunjukkan pilihan yg benarReferensi dari KBBI milik kalimat ke 8pemilikan n proses, cara, perbuatan memiliki - tanah oleh negara merupakan pilihan yg baik bagi perencanaan kota;Referensi dari KBBI elektif kalimat ke 1elektif /éléktif/ n bersifat pilihan tt mata pelajaran di sekolahReferensi dari KBBI bawa kalimat ke 4membawakan v 1 membawa sesuatu untuk orang lain ia - adiknya buah-buahan; 2 menyebabkan; mengakibatkan; mendatangkan usaha yg - keuntungan; 3 membacakan puisi; menyampaikan besok ia akan - puisi ini di atas pentas; 4 menyanyikan dl perlombaan menyanyi itu, dia - lagu pilihan yg menjadi kesenangannya;Referensi dari KBBI kumpul kalimat ke 4kumpulan n 1 sesuatu yg telah dikumpulkan; himpunan buku ini memuat ~ karangan pilihan; 2 kelompok ~ anak berandal; 3 perhimpunan; serikat ia menjadi pengurus ~ ibu-ibu; 4 tempat berkumpul; rapat; pertemuan;Referensi dari KBBI pasar kalimat ke 2pasar jalan krn diturut, lancar kaji krn diulang, pb orang dapat mahir sesudah kerap kali mengerjakan sesuatuReferensi dari KBBI hilang kalimat ke 13hilang dua terbilang, pb mati atau hidup dng kemuliaan, tidak ada pilihan lain; apabila seorang pemimpin mati, segera akan tampil beberapa orang penggantinya; tunggang Referensi dari KBBI prakira kalimat ke 3~ acak prakiraan cuaca yg didasarkan pd pilihan secara acak tt keadaan sejumlah kejadian meteorologi; ~ cuaca prakiraan keadaan cuaca yg mungkin terjadi di suatu daerah; ~ cuaca umum prakiraan pola cuaca utama yg diperkirakan akan terjadi di daerah yg luas; ~ iklim prakiraan iklim suatu daerah; ~ jangka panjang prakiraan cuaca yg jangka waktu berlakunya lebih panjang dp prakiraan jangka menengah umumnya satu bulan atau lebih; ~ jangka pendek 1 prakiraan cuaca yg jangka waktu berlakunya kurang dr dua hari; 2 prakiraan cuaca setiap beberapa jam;Referensi dari KBBI fakultatif kalimat ke 1fakultatif a 1 tidak diwajibkan tt pelajaran, hari libur, dsb; 2 bersifat pilihan, boleh memilih salah satu bidang ilmu yg sesuai dng bakat atau yg disukai tt jurusan bidang ilmuReferensi dari KBBI rucah kalimat ke 1rucah a 1 sebarang saja bukan pilihan; sembarangan ia selalu membeli penganan Posisi kata pilihan di database KBBI Onlinepiknik - piknometer - piko - pikofarad - pikogram - pikolo - piktografi - piktogram - pikul - pikun - pikup - pil - pilah - pilak - pilang - pilar - pilas - pilaster - pilau - pileh - pilek - pileren - pilih - pilin - pilis - pilon - pilong - pilorus - pilositas - pilot - pilsener - pilu - pilus - pimpel - pimpin - pimping - pin - pinak - pinang - pinang - pinang - pina-pina - pina-pina - pinar - pinas
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Penggunaan kata elite menjadi hal biasa manakala kita berbicara dalam topik kehidupan politik sehari hari. Padahal sesungguhnya makna elite dapat dibagi menjadi dua ketegori yakni kategori khusus dan kategori umum. Dalam kategori umum dalam kamus kata Elite dapat diartikan sebagai orang-orang terbaik / pilihan dalam suatu kelompok atau kelompok kecil orang-orang terpandang atau berderajat tinggi kaum bangsawan, cendekiawan, dsb. Sedangkan dalam arti khusus elite dapat dipahami sebagai suatu kelompok yang memiliki kekuasaan dan kekuatan untuk mengambil keputusan penting yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Sehingga bila mengamati arti kata elite secara khusus tersebut, maka yang terbayang dalam benak kita adalah sekelompok elite politik dan elite birokrasi, karena terkait dengan kata kekuasaan dan keputusan /kebijakan penting yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Bukankah di negara demokrasi seperti Indonesia peran peran strategis tersebut sebagian besar ditentukan oleh mereka? Berkaca dari kalimat diatas, mengingatkan sebuah tulisan Anies Baswedan, yang berjudul ”siapakah ruling elite Indonesia?”. Tulisan ini dimuat pada salah satu media masa nasional pada tahun 2006. Dalam tulisan tersebut Anies berpendapat bahwa Ruling elite adalah sekelompok elite—di antara kaum elite-elite yang lain—yang berkuasa menentukan arah kehidupan bangsa dan negara. Tesis yang diajukan di sini adalah pembentukan ruling elite ditentukan oleh 1 perekrutan anak-anak muda, dan 2 tren utama bangsa.. Trend utama bangsa ini berubah dari satu masa ke masa berikutnya seiring dengan perjalanan sejarah. Anak-anak muda yang pada masa mudanya terlibat dalam tren utama yang mewarnai bangsa ini kelak akan menjadi aktor-aktor di dalam ruling elite. Para personal yang pada awal awal reformasi masih dalam usia muda, dikemudian hari menjadi tokoh tokoh elite baik di parpol maupun di birokrasi yang menentukan arah perjalanan bangsa ini. Sebuat saja Fahri Hamzah yang pada tahun 1998 berusia 27 tahun sebagai ketua umum KAMMI, dan sekarang menjadi salah satu pembuat opini yang terkemuka di media masa, disamping jabatan startegis yang dipegangnya sebagai anggota DPR RI, atau Andi Arif yang dalam usia 24 tahun meng-interupsi pelantikan wakil rektor UGM pada tahun 1994 dengan memimpin demontrasi para mahasiswa UGM, dan sekarang menjadi staff khusus orang nomor 1 di republik ini. Yang lebih menarik adalah mengamati analisa Anies bahwa ruling elite sejak awal pergerakan nasional mengalami pergeseran atau perubahan, yang menurutnya akhir abad ke-19 elite intelektual yang berperan sebagai ruling elite karena ketika itu masih jarang kaum terdidik yang lahir di bumi nusantara. Sehingga dikatakan oleh Anis Pada periode ini pendidikan menjadi tren utama bangsa ini dan kunci utama untuk meraih sukses. Dari pendidikan modern ini terbentuklah elite intelektual yang jadi motor pergerakan nasional, seperti Soekarno, Hatta, dan Sjahrir. Ketika Indonesia meraih kemerdekaan, kaum intelektual ini menjadi ruling elite pertama di negeri ini. Kedudukan elite intelektual sebagi ruling elite digeser oleh elite militer sejak dimulainya masa penjajahan Jepang dan dalam era penjajahan fisik tahun 1940 hingga 1960 dan elite militer mengalami masa kematangan pada periode 1970 – 1990-an. Bila jalur rekruitmen elite intelektual melalui jalur pendidikan modern, maka elite militer di rekruit melalui jalur perjuangan fisik pada tahun 1940-an. Setelah elite militer memegang sebagai ruling elite, maka melalui jalur rekruitmen organisasi massa dan partai politik, kalangan elite aktifis yang merintis eksistensi mulai antara tahun 1960 – 1990an mulai memasuki kedudukan ruling elite sejak kurun waktu tahun 2000an hingga saat ini. Dan menurut Anis setelah tahun 2020 akan lahir ruling elite baru yang eksis sejak tahun 1990-an hingga hari ini untuk memegang tampuk kekuasaan pada tahun 2020-an. Namun demikian urutan masing masing ruling elite yang digambarkan Anis, mulai tampak kebenarannya setelah pemilu 2014 dan menjelang pemiihan presiden tahun 2014 ini. Dimana tidak sedikit orang yang menjadi anggota legislatif dengan latar belakang pengusaha, karena semakn kesini setiap kontestasi wakil rakyat semakin membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dan biasanya yang dapat memenuhi kebutuhan biaya tersebut adalah kalangan pengusaha atau legislatif incumben yang menguasai sumber daya ekonomi. Bahkan jika melihat komposisi Anggota DPR RI periode tahun 1999 – 2004, menurut Leo Suryadinata dalam ”elections and politics in indonesia” yang diterbitkan ISEAS pada tahun 2002 tercatat sebanyak 31,3% anggota DPR RI yang berlatar belakang pengusaha. Dan menurut dalam tanggal 13 februari 2013 komposisi DPR RI untuk periode 2009 – 2014 disebutkan Dari 560 anggota itu, 148 orang atau 26,4% adalah anggota periode sebelumnya, 60 orang atau 10,71% pengusaha, 21 artis, dan lebih dari 200 wiraswasta di dalamnya ada pengusaha. Selain itu, melihat calon presiden yang sudah muncul, Aburizal Bakrie, Prabowo dan Jokowi yang sama sama memiliki latar belakang pernah menjadi pengusaha. Atau nama nama cawapres yang cukup ramai dibicarakan oleh publik seperti Chairul Tanjung, Jusuf Kala, Hatta Rajasa dan Hary Tanoe. Semua dari mereka adalah orang orang yang pernah dan sedang menjalani aktifitas sebagai pengusaha. Apakah hal ini ada kaitannya dengan pengaruh besar akibat terjangan globalisasi yang membawa penumpang utama bernama kapitalisme, sehingga semua hal harus terkait dengan modal materi? Atau hanya kebetulan saja trend yang diduga oleh Anies memang merupakan faktor ’given’ yang melanda Indonesia seiring dengan meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat Indonesia. Karena jika trend ini merupakan fakta yang harus dijalani, maka dapat dipastikan bahwa salah satu syarat menjadi elite di Indonesia adalah kemampuan finansial yang dimiliki guna meraih tahta dan kedudukan untuk berkuasa. Artinya, kekuasaan harus diraih dengan cara membelanjakan banyak uang, sehingga bisa dianggap sebagai investasi. Karena, meski bagaimanapun bila terkait dengan investasi maka akan diharapkan pengembalian modal investasi tersebut berikut keuntungan yang diperoleh. Inilah hal yang menjelaskan bahwa carut marut kondisi Indonesia adalah diakibatkan munculnya dua jenis predator baru yaitu power seeking politician dan rent seeking bureaucratic. Politisi pemburu kekuasaan yang menggunakan modal materi untuk meraih kursi, sehingga akan mencari materi pula untuk mengembalikan modalnya. Dan birokrasi pemburu rente yang juga harus bermodalkan materi guna meningkatkan jenjang jabatan dan karirnya di pemerintahan, sehingga tujuan mencari materi menjadi sangat dominan dalam kegiatan pekerjaannya. Sehingga disatu sisi, munculnya ruling elite dari kalangan pengusaha merupakan hal yang positif untuk merubah wajah birokrasi kita supaya sesuai dengan yang dikatakan osborne dan gabler dalan buku re-inventing government, namun disisi lain jiwa dagang pengusaha tersebut sangat mengkhawatirkan bagi sebuah bangsa dengan kekayaan alam yang sangat melimpah seperti Indonesia ini. Pola kepemimpinan transaksional tersebut pernah diulas oleh Akbar Tanjung dalam catatan kaki dari disertasinya pada program doktoral UGM. Dia menyatakan bahwa ada dua jenis kepemimpinan yaitu kepemimpinan transaksional dan kepemimpinan transformatif. Kepemimpinan transaksional bekerja berdasarkan prinsip dagang yaitu untung-rugi sehingga pelakunya cenderung memanfaatkan partai politik untuk tujuan pemenuhan kepentingan dan keuntungan pribadi. Sedangkan yang sedang kita butuhkan saat ini adalah kepemimpinan tranformasional yang mampu membawa Indonesia melewati gempuran perubahan global. Dampak dari kecenderungan pihak pengusaha yang menjadi ruling elite di tingkat Nasional akan ber-imbas dengan banyaknya Bupati/walikota dan gubernur yang juga berasal dari kalangan pengusaha. Karena realita yang terjadi adalah kebutuhan dana dalam jumlah besar sebagai syarat mutlak untuk memenangkan pemilihan kepala daerah yang diwarnai perilaku transaksional pada semua tingkatan. Meskipun demikian, sebenarnya tidak ada masalah dengan pengusaha berpolitik, dalam arti seorang pengusaha yang terjun ke dunia politik dengan maksud mengabdikan dirinya agar lebih memiliki makna hidup dengan memanfaatkan pundi pundi kekayaan yang dimilikinya, sebagai mana perilaku kaum filantropi yang gemar membelanjkan uangnya untuk kepentingan sosial kemanusiaan. Justru yang harus diwaspadai adalah politik pengusaha, dimana politik sebagai alat bagi pengusaha guna mencari kepuasan hidup bagi diri pribadinya belaka. Terlebih ditengah pelaksanaan demokrasi yang hanya menekankan kepada persoalan prosedural belaka, sebagaimana kekhawatiran Almarhum Nurcholis Madjid yang pernah berkata bahwa dalam demokrasi prosedural, ’setan gundul’pun dapat terpilih menjadi seorang pemimpin. Kesimpulan dari opini ini adalah, sudah siapkah kita menyongsong trend baru seperti yang di prediksikan oleh Anies Baswedan, bahwa ruling elite pada masa kini adalah dari kalangan pengusaha??? Jawabannya ada pada diri kita masing masing Lihat Politik Selengkapnya
orang orang terbaik atau pilihan dalam suatu kelompok